Rocky Gerung Sambangi Istana Merdeka, Sinyal Kuat Masuk Jajaran Wantimpres Prabowo Subianto**

JAKARTA – KitaPost.com – Pengamat politik sekaligus kritikus vokal, Rocky Gerung, secara mengejutkan muncul di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (2/10/2026) pagi. Kehadiran sosok yang dikenal dengan kritik tajamnya terhadap kekuasaan ini bertepatan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan melantik jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Merdeka.
Rocky tiba sekitar pukul 09.00 WIB dengan mengenakan pakaian formal, kontras dengan penampilan santai yang biasa ia tunjukkan dalam berbagai diskusi publik. Kehadiran Rocky di jantung pemerintahan ini seketika memicu spekulasi kuat bahwa dirinya akan menjadi salah satu nama yang masuk dalam daftar penugasan sebagai anggota Wantimpres periode 2026-2029, meski pengumuman resmi mengenai susunan lengkap lembaga tersebut belum dirilis oleh pihak Sekretariat Negara.
Langkah Rocky Gerung memasuki gerbang Istana dipandang oleh banyak pihak sebagai salah satu manuver politik paling menarik di era kepemimpinan Prabowo Subianto. Selama lebih dari satu dekade, Rocky telah memposisikan dirinya sebagai oposisi intelektual yang kerap melontarkan diksi-diksi tajam terhadap kebijakan pemerintah.
“Perubahan tersebut akan menjadi perkembangan menarik dalam perjalanan politik Rocky. Sosok yang selama ini berada di ruang publik sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan pemerintah berpotensi masuk ke dalam struktur formal pemberi pertimbangan kepada Presiden,” ujar seorang sumber internal di lingkungan istana yang mengamati dinamika penunjukan ini.
Masuknya Rocky ke dalam radar Wantimpres disinyalir merupakan bagian dari strategi Presiden Prabowo untuk merangkul berbagai elemen pemikiran, termasuk mereka yang berada di luar lingkar koalisi, guna memperkuat basis argumentasi dalam pengambilan keputusan strategis negara.
Berdasarkan agenda resmi kepresidenan, pelantikan Wantimpres hari ini merupakan bagian dari penguatan lembaga negara di bawah kepemimpinan Prabowo. Wantimpres memiliki peran krusial dalam memberikan nasihat dan pertimbangan secara langsung kepada Presiden, baik diminta maupun tidak.
Meski Rocky Gerung belum memberikan pernyataan resmi saat berjalan menuju gedung utama Istana Merdeka, keberadaannya di lokasi pada hari pelantikan dianggap sebagai konfirmasi implisit. Jika resmi dilantik, tugas berat menantinya untuk mentransformasikan kritik-kritik teoritisnya menjadi saran kebijakan yang aplikatif bagi jalannya roda pemerintahan.
Sejumlah analis politik menilai, langkah Prabowo menarik Rocky Gerung ke dalam sistem adalah upaya untuk menciptakan mekanisme *check and balances* dari dalam. Selama ini, Wantimpres sering kali diisi oleh tokoh-tokoh senior partai politik atau purnawirawan jenderal. Masuknya seorang akademisi dan pemikir independen seperti Rocky diharapkan mampu memberikan diskursus yang lebih segar dan objektif di meja kerja presiden.
Hingga berita ini diturunkan, prosesi pelantikan di Istana Merdeka masih berlangsung secara tertutup. Publik menanti apakah nama Rocky Gerung benar-benar akan dibacakan dalam Surat Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pengangkatan anggota Wantimpres.
Kehadiran Rocky di Istana bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah simbol pergeseran narasi politik nasional, di mana garis pemisah antara pengkritik dan pengambil kebijakan kini semakin cair demi kepentingan pertimbangan strategis nasional.
Penulis: idin
Editor: A.Purnama




