Berita Umum

Volume Bantuan Pangan Desa Cijalingan Meningkat Pesat, Transparansi Data KPM Jadi Sorotan**

 

KitaPost.com ,-Penyaluran bantuan pangan dari Kementerian Sosial (Kemensos) di Desa Cijalingan mencatatkan kenaikan volume yang signifikan pada tahun 2026. Sebanyak 1.106 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dijadwalkan menerima alokasi bahan pokok berupa beras dan minyak goreng, di tengah upaya pemerintah desa memperketat pengawasan distribusi guna memastikan bantuan tepat sasaran, terutama terkait persoalan data penerima yang telah meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dihimpun per 8 Juni 2026, total bantuan yang diserahkan kepada pihak Pemerintah Desa Cijalingan mencapai 2.012 karung beras dengan berat masing-masing 10 kilogram. Selain komoditas beras, negara juga menyalurkan bantuan pelengkap berupa Minyakita sebanyak 368 karton, di mana setiap karton berisi 12 kemasan satu liter. Akumulasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial di tingkat akar rumput.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Desa Cijalingan, Ari Jakaria, mengungkapkan bahwa teknis pembagian bantuan kali ini telah diatur sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Setiap KPM diproyeksikan akan membawa pulang paket bantuan yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

“Ada sekitar 1.106 KPM yang bakal menerima bantuan pangan ini. Berdasarkan skema yang ada, tiap keluarga akan menerima dua karung beras (total 20 kg) ditambah dengan empat liter Minyakita,” ujar Ari Jakaria saat memberikan keterangan resmi di kantor desa.

Langkah ini diambil sebagai respons atas fluktuasi harga pangan di pasar yang dinilai membebani masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Penyerahan bantuan dari Kemensos kepada kepala desa diharapkan menjadi stimulus ekonomi lokal yang langsung menyentuh dapur warga.

Meski volume bantuan meningkat, tantangan klasik mengenai akurasi data tetap membayangi proses distribusi. Informasi internal yang dihimpun menunjukkan masih ditemukannya nama-nama penerima manfaat yang tercatat dalam daftar distribusi, namun pada kenyataannya subjek yang bersangkutan telah meninggal dunia.

Hal ini menjadi perhatian serius bagi perangkat desa untuk menghindari adanya dugaan penyelewengan atau salah sasaran (mis-target). Ari Jakaria menegaskan bahwa pihaknya tidak akan gegabah dalam menyalurkan hak kepada nama-nama yang sudah tiada tersebut tanpa verifikasi faktual di lapangan.

“Bagi penerima yang sudah meninggal dunia, kami perlu melakukan konfirmasi ulang kepada para Ketua RT setempat untuk memastikan status terkini. Ini adalah bagian dari mitigasi risiko agar tidak ada bantuan yang mengendap atau disalahgunakan,” tegas Ari.

Sebagai solusi administratif, pemerintah desa memberlakukan aturan ketat terkait pengalihan hak bantuan. Ari menyebutkan bahwa bantuan pangan (bapang) tersebut masih dapat diterimakan kepada keluarga yang bersangkutan dengan syarat tertentu yang tidak dapat diganggu gugat.

“Jika ahli waris dari KPM yang meninggal dunia masih tercantum dalam satu Kartu Keluarga (KK), maka bantuan pangan tersebut secara otomatis akan diserahkan kepada ahli warisnya. Namun, jika tidak ada hubungan dalam satu KK, maka prosedurnya akan mengikuti aturan pengembalian atau dialihkan sesuai regulasi yang berlaku,” tambahnya.

Langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga integritas penyaluran bantuan di Desa Cijalingan. Pantauan di lokasi menunjukkan koordinasi antara Pemerintah Desa, Ketua RT/RW, dan pihak pendamping desa terus diperkuat menjelang hari distribusi guna meminimalisir gesekan sosial di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, ribuan karung beras dan ratusan karton minyak goreng tersebut telah tersimpan di gudang logistik desa dengan pengawalan ketat, siap untuk didistribusikan kepada warga yang berhak dalam waktu dekat.

Transparansi dalam verifikasi data penerima menjadi kunci utama agar peningkatan volume bantuan dari Kemensos ini tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan warga Desa Cijalingan. Masyarakat pun diharapkan turut aktif mengawasi proses penyaluran di lingkungan masing-masing.

Reporter : Muhidin
Editor. : A. Purnama

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button